"Untuk tim terompah belum berhasil mendapatkan gelar juara. Sedangkan tim dagongan putra berhasil menjadi juara 2," jelas Nopy Firmansyah. Saat di babak final dagongan, jelas guru yang masih melajang ini, tim MTsN Kahayan Hilir harus menghadapi saudara tuanya, MAN Pulang Pisau. Prestasi itu semakin menambah panjang daftar gelar yang berhasil dikoleksi madrasah dalam berbagai bidang.
"Lomba permainan tradisional ini merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dilaksanakan agar generasi muda sekarang tetap mengenal permainan tersebut sehingga tidak lekang dimakan jaman," bebernya. Kedepannya, tambah Nopy, MTsN Kahayan Hilir akan mengupayakan agar permainan tradisional itu dilakukan secara rutin oleh siswa madrasah, sehingga tidak hanya sebatas saat lomba saja. Itu agar para siswa lebih mengenal permainan yang berasal dari bumi nusantara tersebut.
No comments:
Post a Comment